BONGKAR! Usai Beritakan Gudang Oplosan Minyak, Wartawan Dikeluarkan dari Grup Humas Polsek Kandis — Ada Apa Sebenarnya?

- Penulis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesiaheadlinenews.com  // KANDIS, SIAK — RIAU ||Pemberitaan mengenai dugaan gudang penimbunan dan pengoplosan BBM bersubsidi di KM 2, Jalan Petapahan, Kandis, Kabupaten Siak, ternyata memicu reaksi yang sangat mencurigakan. Bukan tanggapan positif atau klarifikasi yang muncul, melainkan langkah represif yang justru mempertegas kecurigaan masyarakat.

Berawal dari pemberitaan, berakhir dengan dibungkamnya wartawan

Bermula saat berita terkait dugaan aktivitas ilegal di gudang KM 2 tersebut mulai mencuat ke publik. Tak lama berselang, seorang wartawan yang meliput wilayah Kandis tiba-tiba dikeluarkan dari grup komunikasi humas Polsek Kandis. Berdasarkan informasi yang beredar, pengeluaran tersebut atas perintah seseorang yang diduga berinisial Darma, yang juga disebut sebagai oknum wartawan di wilayah Kandis, dan disampaikan kepada admin grup bernama Riyan untuk segera mengeluarkan awak media tersebut dari grup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan ini langsung memicu spekulasi luas di tengah masyarakat: mengapa pemberitaan tentang dugaan kejahatan justru direspons dengan pembungkaman?

Kapolsek Kandis memilih bungkam — Apa yang disembunyikan?

Ketika dimintai keterangan terkait insiden ini, Kapolsek Kandis, Kompol Bagus Nagara Baranacita, S.I.K., justru memilih diam dan tidak memberikan jawaban apa pun. Sikap bungkam ini semakin menebalkan tanda tanya besar di benak masyarakat. Jika tidak ada yang ditutupi, mengapa tidak ada penjelasan yang diberikan?

Rakyat bertanya, siapa yang berani menjawab?

Benarkah ada hubungan antara sosok berinisial Darma dengan pihak yang membekapi gudang oplosan di KM 2 tersebut?
Mengapa Kapolsek Kandis enggan berbicara? Apakah karena tidak tahu, atau justru tahu terlalu banyak namun tidak boleh mengatakannya?
Apakah mafia BBM bersubsidi di Kandis ini bukan sekadar penimbunan biasa, melainkan jaringan terstruktur yang melibatkan pihak-pihak yang seharusnya menegakkan hukum?
Atau pertanyaan yang paling menyakitkan: apakah APH sengaja menutup mata demi keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat?

Baca Juga:  KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

“Jika beritanya salah, bantahlah dengan bukti. Jika benar, tindaklah pelakunya. Tapi jangan bungkam media dan diam saat ditanya. Itu justru membuat kami curiga ada sesuatu yang dijaga ketat di sana,” ujar salah satu warga yang memantau perkembangan ini.

Kapolres Siak dan Kapolda Riau, ini saatnya melangkah

Masyarakat kini tidak hanya menuntut pembongkaran gudang BBM ilegal di KM 2, tetapi juga transparansi penuh terkait insiden pengeluaran wartawan ini. Kepada Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., dan Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., warga memohon: selidiki tidak hanya gudang oplosannya, tetapi juga mengapa akses informasi bagi awak media justru diputus. Siapa sebenarnya yang memberi perintah? Apa tujuannya? Dan mengapa Kapolsek Kandis tidak menjelaskan apa pun?

Pembungkam informasi adalah tanda bahaya. Jika hukum tidak bisa berjalan terbuka, maka warga berhak menduga yang terburuk: bahwa mafia di Kandis mungkin bukan sekadar soal minyak, tetapi juga soal siapa yang berkuasa dan siapa yang dilindungi.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Polsek Kandis maupun Polres Siak. Warga akan terus memantau dan menuntut jawaban.

Follow WhatsApp Channel indonesiaheadlinenews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Aliansi Merah Putih di DPRD Langkat, Dugaan Limbah Lapas Jadi Sorotan, RDP Segera Digelar
MAFIA SOLAR DEPI RUSDIANTO KEBAL HUKUM: Kapolda Riau Didesak Copot Kapolsek Pinggir!
SKANDAL MAFIA BBM. Gudang Penimbunan dan Pengoplosan 60 Ton Solar Subsidi di Muara Basung Beroperasi Bebas, Hanya 30 Meter dari Pos Babinkamtibmas!
Soroti Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Kandis, Wartawan Di Kick: Kapolsek Bungkam, Anggota Dalih Pergaulan
Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!
Sempat Tutup Beberapa Hari Karena Viral, Gelangang Perjudian Tembak Ikan Yepta Disamping Sekolah Yapim Situngaling – Karo Sudah Buka Kembali
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Aksi Aliansi Merah Putih di DPRD Langkat, Dugaan Limbah Lapas Jadi Sorotan, RDP Segera Digelar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:35 WIB

MAFIA SOLAR DEPI RUSDIANTO KEBAL HUKUM: Kapolda Riau Didesak Copot Kapolsek Pinggir!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

SKANDAL MAFIA BBM. Gudang Penimbunan dan Pengoplosan 60 Ton Solar Subsidi di Muara Basung Beroperasi Bebas, Hanya 30 Meter dari Pos Babinkamtibmas!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Soroti Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Kandis, Wartawan Di Kick: Kapolsek Bungkam, Anggota Dalih Pergaulan

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Skandal !! Hutan Negara Dijadikan Jaminan dan Pungli, Camat Kuok Dituntut Audit Pemdes Bukit Melintang!

Berita Terbaru